Sinergi Spirit Hari Kartini dan Hari Konsumen Dapen Telkom 2020

Di tengah pandemi virus Covid-19 (Corona) yang memukul dunia dan Indonesia, dan seiring sehari sebelum diberlakukannya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di Kota Bandung tanggal 22 April 2020, Dapen Telkom pada hari Selasa, 21 April 2020 tak melewatkan kesempatan berharga untuk memperingati Hari Bersejarah bagi bangsa Indonesia, yakni Peringatan Hari Kartini dengan tajuk “Ibu Rumah Tangguh Dapen Telkom” Sekaligus juga memperingati Hari Konsumen Nasional (HARKONAS) yang jatuh pada tanggal 20 April 2020 dan acara Sharing dan Briefing terkait persiapan Dapen Telkom menghadapi Pemberlakukan PSBB di Kota Bandung.

Himbauan Pemerintah untuk tidak berkumpul dan bekerja di rumah (Working from Home) bukan menjadi alasan bagi Dapen Telkom untuk tidak melaksanakan ketiga agenda acara penting ini. Kegiatan acara ini diikuti dengan antusias oleh semua anggota Pengurus Dapen Telkom dan juga sebagian besar jajarannya, serta ibu-ibu perwakilan Great Heroes, dengan menghadirkan dua orang nara sumber/ testimoni Great Heroes Perempuan Tangguh kita, yaitu Ibu Ida Tejawiani (P2TEL Bandung) dan Ibu Nining (PC Depok) serta beberapa perwakilan dari lokasi lainnya, dengan dipandu oleh host kebanggaan Dapen Telkom, Baharudin Ismet yang lugas dan komunikatif melalui video conference, yang dibuka tepat pukul 09.00 pagi.

Kartini Dapen Telkom sudah semakin Sejajar dengan Kaum Pria

Acara diawali dengan sambutan Peringatan Hari Kartini yang disampaikan oleh Direktur Keuangan dan SDM Dapen Telkom, Siti Rakhmawati. Ia mengatakan bahwa Raden Ajeng Kartini yang wafat tahun 1904 ini tidak ingin ada budaya di mana wanita hanya berperan ‘di sumur, kasur dan di dapur’. Buah hasil perjuangannya, alhamdulillah dapat kita rasakan saat ini, dimana dengan perjuangan emansipasi ini, martabat wanita semakin sejajar dan memiliki kesempatan yang sama dengan kaum pria. “Bukan melulu urusan rumah tangga saja atau domestik, tetapi sudah mampu berkiprah di urusan publik dan lain-lain” tegas Rahma, sapaan akrab Siti Rakhmawati.

Perjuangan emansipasi ini sebetulnya sudah diperjuangkan pada zaman Nabi, dalam sejarah Islam, ketika zaman jahiliyyah bayi perempuan dikubur hidup-hidup. Perjuangan para Nabi ini tergambar dalam Alquran yang mensejajarkan martabat dan kesempatan yang sama antara wanita dan pria, salah satunya tertulis dalam surat An-Nissa ayat 97 dan juga Surat Al-Imron ayat 195.

Pelajaran utama yang bisa diambil dari perjuangan Kartini adalah ketika buah pikiran dan nilai-nilai perjuangannya tergambar dalam surat-suratnya yang dikirimkan kepada sahabatnya di Eropa, yang kemudian dibukukan menjadi karya spektakuler yang spiritnya masih bergema hingg sekarang, yakni buku berjudul “Habis Gelap Terbitlah Terang’. Kemampuan dan kebiasaan menulis ini sejalan dengan budaya yang saat ini sedang digalakkan bagi seluruh insan Dapen Telkom . Mengapa hal ini sangat penting?. “dengan menulis ini ide-ide dan pikiran kita bisa lebih panjang dari umur kita, dan bisa menjadi legacy”, papar Rahma.

Sebagai penutup, Rahma mengajak kaum wanita Dapen Telkom untuk menghapus stigma, seperti wanita lebih mengedepankan perasaan daripada logika atau lebih ‘lembek’ daripada laki-laki . “mari ibu-ibu harus lebih kuat dan pinter-pinter dalam bersikap dan memanfaatkan multitalenta nya karena wanita itu sebetulnya secara fisik kuat, bisa melahirkan dan punya peran ganda , multi talenta dan multi tasking, seperti sebagai ibu, istri, karyawati, juga aktif sosial dan lain-lain, sehingga kita perlu seimbang untuk mengatur semua itu. Dan jangan lupa bersyukur atas perjuangan yang sudah dilakukan oleh Raden Ajeng Kartini ini, yang mana di Dapen Telkom pun sudah ada 44% diisi oleh karyawati, yang menunjukkan makin sejajarnya dengan kaum pria”, jelas Rahma menutup sambutannya.

Puisi dan Testimoni Great Heroes

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan puisi yang dilakukan oleh Dian Tresnawati yang berjudul Raden Ajeng Kartini. “Raden Ajeng Kartini cita-citamu luhur dan tak gentar untuk memerdekakan kaum wanita ……tak takut meski harus dihadang oleh senjata” itulah sepenggal bait puisi yang menggetarkan dan dibacakan penuh ekspresi dan mendapat applause dari peserta video conference ini.

Kemudian dalam acara testimoni, Ida Tejawiani mengapresiasi layanan yang diberikan Dapen Telkom sambil mengucapkan terima kasih atas pelayanan yang diberikan selama ini karena banyak hal yang sudah sangat terbantu termasuk untuk keperluan anaknya yang masih kuliah; layanan pajak; dan pelayanan on-line yang diberikan Dapen Telkom. Ida sangat berharap adanya sinergi lebih baik lagi dengan Program Pensiun Berdaya Dapen Telkom dalam upaya meningkatkan bisnis kaum wanita yang dikembangkan melalui komunitas yang didirikan Ibu-ibu Purnabakti Telkom yaitu BLC untuk mengembangkan Shibori dan Ecoprint, baik dalam bentuk pelatihan atau pemasaran dan lain-lain.

Sementara ibu Great Heroes, Nining selaku bendahara PC P2Tel Depok mengatakan selama ini pelayanan Dapen Telkom cukup memuaskan, seperti penerimaan MP nya berjalan lancar; Wan Prestasinya dapat diterima sangat cepat; dan lain-lain. Diutarakan pula beberapa keluhan dan saran dari para PMP di kota Depok, terutama yang MP yang di bawah 1 juta.

Peningkatan Added Value Services Dapen Telkom demi Kesejahteraan Pensiun

Mengawali kata sambutannya, Direktur Kepesertaan Dapen Telkom, Sulthonul Arifin mengajak kita untuk tidak bosan-bosannya bersyukur atas kesehatan yang diberikan, meski adanya pandemi ini, tapi kita tetap masih bisa bekerja dan bersilaturahmi, meski hanya melalui video conference, sekaligus mengajak untuk berdoa agar kita semua terus diberi kesehatan dan dijauhkan dari bala bencana ini. Menanggapi Hari Kartini ini , Sulthonul memandang peran ibu-ibu itu sangat penting dan strategis, untuk melahirkan dan membesarkan serta membimbing kita dan pemimpin dunia ini, serta kehidupan kita, sehingga tak berlebihan Nabi, bersabda bahwa ‘sesungguhnya surga itu berada di telapak kaki ibu’. “bahwa anak bangsa ke depan …perusahaan ke depan itu sangat membutuhkan peran ibu, mulai dari seseorang dalam kandungan ibu sampai liang lahat”, papar Sulthonul.

Sulthonul memaparkan bahwa Peringatan Hari Konsumen Nasional 2020 ini sebagai Hari Besar Nasional, ditetapkan Pemerintah melalui Kepres no.13/2012, bahwa setiap kegiatan pelayanan publik dan bisnis harus merujuk pada UU No.8/1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Pada dasarnya Hari Kartini dan Hari konsumen ini esensi nya sama, yakni untuk peningkatan derajat atau hak dan kewajiban . ”Jika Hari Kartini, untuk meningkatkan emansipasi wanita agar sesuai dengan kodratnya atau persamaan haknya dengan kaum pria, sedangkan di Hari Konsumen adalah bagaimana kita melindungi konsumen, melindungi hak dan kewajiban konsumen”, kata Sulthon. Ini dengan kata lain harus ada persamaan dalam menjaga perlindungan hak dan kewajiban antara konsumen dan produsen.

Di sisi lain Sulthon juga mengatakan adanya perbedaan antara Hari Pelanggan Nasional dengan Hari Konsumen Nasional. “konsumen adalah yang memakai produk kita, sementara yang memakai produk kita berulang-ulang, itu namanya pelanggan”, jelas Sulthonul. “Dalam rangka Hari Konsumen Nasional ini tujuannya adalah bagaimana kita bisa saling mengkaji dan introspeksi, apakah hak dan kewajiban dari konsumen kita sudah sesuai dengan apa-apa yang sudah kita buat” tambah Sulthon.

Di samping itu juga Sulthon mengucapkan terima kasih kepada Ibu Ida dan Ibu Nining atas masukannya sekaligus menanggapi pertanyaan atau harapan dari PMP yang disampaikan oleh Ibu Nining. Saat Pandemi ini Dapen Telkom telah melakukan berbagai terobosan dengan menyesuaikan berbagai aturan kepesertaan yang ada, demi pelayanan terhadap PMP dapat tetap berjalan dengan baik, yang didukung oleh laporan-laporan/validitas dari PC P2TEL terkait.

Yang paling penting juga Dapen Telkom dapat mengemban amanahnya utamanya sesuai hukum yaitu membayar MP sesuai dengan tepat waktu, tepat jumlah dan tepat sasaran/orang. “Kami pun selalu berkomitmen untuk selalu meningkatkan added value services, meski hal itu bukan kewajiban Dapen Telkom sesuai Peraturan Dana Pensiun, seperti menggulirkan Program Pensiun Berdaya, bahkan kami tidak menutup mata untuk Memberi Manfaat Tambahan jika RKD Dapen di atas 100, dan lain-lain, agar semuanya bermuara untuk peningkatan kesejahteraan pensiun” tegas Sulthon.

Menutup sambutannya, Sulthon mengajak untuk mendoakan agar Dapen Telkom ini mampu melaksanakan amanahnya dengan benar sesuai prinsip akuntabilitas, profesional, dan transparan. Setelah itu dilakukan penyerahan tali kasih ‘Hari Kartini’ dan ‘Hari Konsumen’, dari Dapen Telkom dengan total uang sebesar Rp. 250.000,- yang secara simbolis diserahkan oleh Sulthonul Arifin kepada Lilis, satu-satunya perempuan yang berprofesi security di Dapen Telkom. Tali asih ini juga diberikan kepada Ibu-ibu Great Heroes yang hadir dalam Video conference acara ini melalui aplikasi LinkAja.

Kita Kawal PSBB ini demi Produktivitas Kerja Kita tetap Terjaga dengan Baik.

Presiden Direktur Dapen Telkom mengatakan rasa kangennya bisa berkumpul langsung dengan jajarannya, mengingat sudah beberapa minggu terpaksa harus banyak bekerja melalui Vidcon ini. Sungguh beruntung Indonesia memiliki sosok pahlawan Raden Ajeng Kartini yang merupakan simbol kebangkitan kaum perempuan di Indonesia. “Berkat jasanya, terefleksikan di Dapen Telkom juga, karena beberapa periode Direkturnya di isi oleh Wanita Tangguh, seperti Siti Rakhmawati dan Siti Herlina. Ke depan, kita berharap muncul Kartini-kartini milenial yang mampu menjaga Dapen Telkom “ harap Hadian dalam awal kata sambutannya.

Menanggapi diperingatinya Hari Konsumen Nasional, Hadian memandang bahwa peringatan itu utamanya untuk mendorong daya saing produk Dapen Telkom ini demi pelayanan terbaik. “Sehingga Dapen Telkom memerlukan feedback atau masukan-masukan dari konsumen kita seperti yang disampaikan ke dua nara sumber kita agar kami terus menyempurnakan pelayanan Dapen Telkom kepada para pesertanya. Terima kasih Bu Ida dan Bu Nining”, ucap Hadian.

Untuk itu Hadian mengingatkan agar wabah Covid-19 ini bukan menjadi alasan kita untuk tidak produktif dalam bekerja. Produktivitas harus tetap terjaga dan terukur banyak dilakukan dengan ‘work from home’. “misalnya dari HR dapat mengukur dari berapa tulisan atau masalah-masalah yang masuk ke Dapen Telkom, juga bagaimana kita menyikapi dan mereview berbagai aturan-aturan OJK yang muncul , seperti relaksasi dan lain-lain. Di samping itu juga mengukur efektifitas vidcon-vidcon yang dilakukan. Bisa saja dilakukan vidcon antar unit yang lebih kecil dan lain-lain untuk memecahkan suatu masalah, dan bagaimana pendistribusian pekerjaan yang berujung demi produktivitas kerja”, harap Hadian.

Terkait dengan akan diberlakukannya PSBB tanggal 22 April 2020, Hadian Giri Santoso bersama Zainul Mufti, Senior Leader Dapen Telkom menjelaskan berbagai aturan PSBB serta apa-apa yang harus dilakukan oleh pegawai Dapen Telkom agar tetap bisa bekerja dan melayani para peserta.

Penjelasan ini cukup rinci diuraikan dengan slide-slide agar semuanya paham. Beberapa peserta Vidcon cukup antusias dengan briefing ini, dengan melontarkan beberapa pertanyaan yang cukup teknis dan lain-lain yang serta merta dijelaskan dengan gamblang oleh Pak Presdir dan Zainul Mufti. Hadian sangat concern sekali dengan PSBB ini, utamanya agar keluarga besar Dapen Telkom dapat tetap sehat, nyaman , dan tetap produktif serta dijauhkan dari wabah Covid-19 ini . Untuk itu disiapkan mekanisme oleh Dapen Telkom selama PSBB yang berlangsung 14 hari mulai dari form Surat Tugas, Check –in Diarium, Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), dan lain-lain.

Sebagaimana diketahui bahwa Dapen Telkom mendapat kehormatan atas ditunjuknya Hadian Giri Santoso bersama Zainul dan Baharudin Ismet sebagai anggota Satgas Pencegahan Virus Corona tingkat Corporate (PT Telkom), sehingga dengan waktu yang sangat padat di Dapen Telkom harus berbagi untuk memikirkan bagaimana pencegahan virus Covid-19 ini dapat segera berakhir dan menjaga keluarga besar TelkomGroup tetap aman dan sehat. Kita doakan saja, agar semuanya berjalan lancar dan acara ini penuh berkah dan mendapat ridlo dari Allah SWT, serta wabah Covid-19 ini segera berakhir. Aamiin YRA.

Leave a Reply